Posted by: menjadi diriku... | 7 Juli 2008

UNTUK APAKAH UMURKU?

Malam ini aku menjadi semakin sadar bahwa aku menua, tetapi tetap belum pasti hatiku bahwa aku telah membijak dalam penuaan ini.
Dalam nanar mata hatiku, aku mendengar hatiku sendiri bertanya
untuk apakah keberadaanku,
untuk apakah waktu yang tersedia bagiku,

… untuk apakah umurku?

Sebuah senyum terbentuk di wajahku, yang aku tak tahu untuk apa dan mengapa senyum itu tergurat di pipi-pipi dingin ku.

Kemudian kudengar suara yang dalam,
tetapi yang kedalamannya tidak menenggelamkan,
dan berat, tetapi yang beratnya tidak membebani,
yang bergetar lembut dengan kasih sayang,
yang berkata:
Engkau yang bertanya,
bacalah ini seperti engkau yang aslinya mengatakannya dari dalam hatimu

bahwa aku hidup untuk sesuatu
karena apabila tidak,
maka mengapakah aku selalu bertanya

Akan menjadi apakah aku nanti?

Karena bila aku tidak untuk menjadi apapun
mengapakah aku merasa tertinggal
bahkan saat aku menolak untuk ikut berpacu?

Kelihatannya aku tidak bisa melarikan diri
dari keharusan yang sama dengan semua orang
dan bahkan aku disamakan dengan mereka yang tidak ku kenal dan yang tidak ku pedulikan.

Aku juga disamakan dengan mereka yang ketinggiannya membuatku
bersembunyi dalam bayang-bayang alasanku,

dan aku juga disamakan dengan mereka yang kekayaannya memuakkan aku karena kekayaan itu bukan milikku.

Aku merasa semakin lama semakin harus menjadi petarung di arena yang
tidak ingin aku masuki.

Aku menolak bertanding, aku menolak berlomba.
Aku benar-benar menolak untuk mengambil bagian dalam apa pun,
tetapi mereka tetap menjadikanku pencundang dalam pertarungan yang
tidak aku tarungi.
Aku tidak mau ikut, tetapi mereka tetap memperlakukanku seperti aku tertinggal.

Apakah mereka memintaku untuk menerima hukum yang mereka tetapkan
bahwa aku harus terlibat,
bahwa aku harus bertarung, harus berlomba,
meskipun aku menolak untuk terlibat di dalam semua itu?

Apakah mereka tidak melihat bahwa aku tidak tertarik untuk memenangkan
salah satu atau apa pun dari yang mereka perebutkan?

Tetapi mereka tidak perduli.
Aku tetap disertakan dalam pertandingan mereka, dalam pertarungan
mereka, dan dalam perlombaan mereka.

Aku tidak tertarik untuk memenangkan uang yang mereka perebutkan,
tetapi mereka tetap menghukumku dengan kehidupan yang terbatasi karena aku tidak punya uang.

Aku tidak tertarik untuk memenangkan perlombaan ketinggian yang mereka upayakan pencapaiannya,
tetapi mereka tetap menghukumku karena aku lemah dan tidak berwenang.

Aku tidak tertarik untuk memenangkan kebenaran di atas kemungkaran
yang ribut mereka pertarungkan,
tetapi mereka tetap menghukumku karena aku tidak pernah tahu apakah
aku ini benar atau kapan aku salah.

Dalam perasaan menyerah seperti ini, reka-reka pikiran dan hatiku
seolah berceramah di telingaku yang menolak mendengar.

Tetapi pikiran dan hati ini tetap berbicara, bahwa

Aku tidak bisa lepas dari keharusan untuk menjadi pemain dalam permainan dunia,
aku tidak bisa lari dari keharusan untuk menjadi pelomba dalam
perlombaan dunia,
dan aku tidak bisa mengabaikan peranku sebagai petarung dalam
memenangkan yang benar.

Sekarang,

perlahan aku mulai mengerti, bahwa
Tidak terlibat dan tidak melibatkan diri dalam kehidupan ini adalah keputusan untuk dilibatkan dalam tingkat-tingkat yang rendah
dan yang dilemahkan.

Apakah ini yang selama ini menjadikanku terpinggirkan?

dan … dalam upayaku untuk bertahan

aku bertanya, karena
Bertanya adalah pertahanan terakhir bagi orang yang tidak dapat melawan.

Tetapi pertanyaanku tidak terjawab,
karena itulah jawaban kehidupan bagi jiwa yang hanya bertanya.

Sehingga …

aku tidak lagi dapat melawan aturan keterlibatan dalam kehidupan ini

dan aku juga jadi mengerti
bahwa kehidupan ini tidak akan juga mau mengerti bila aku menyerah.

Bagi kehidupan, penyerahanku adalah pengumuman untuk terlibat dalam kehidupan ini di dalam kelas-kelas yang lemah dan sulit.

Hidup ini …

Tidak terlibat pun, aku tetap diperlakukan seperti petarung.
Tidak melawan pun, aku tetap dikalahkan.
Bila akhirnya aku menyerah pun, aku tetap dilumatkan.

Sekarang …

Aku kebingungan
untuk menemukan cara,
untuk mulai menemukan kekuatan untuk melawan.

Tetapi kemudian ternyata
Cara memenangkan kehidupan ini adalah dengan melibatkan diri dengan kekuatan penuh.

Karena telah terbukti

Bila aku tidak terlibat, aku dilibatkan.
Dan bila aku lemah, aku dilemahkan.

Mungkin bila aku sedikit lebih kuat, aku akan diperlakukan seperti
yang sedikit lebih kuat.

Dan … siapa tahu, kalau aku terlibat dengan kekuatan yang lebih, aku akan
dilibatkan dalam pertandingan bagi mereka yang kuat.

… aku jadi mengerti, ternyata
Kemenangan pertama dalam kehidupan ini adalah ketegasan untuk
memutuskan terlibat dalam kehidupan dengan sebaik-baiknya diriku.

Bila aku menguatkan diriku, aku terhitung sebagai petanding dalam
kelas yang kuat.
Bila aku memberanikan diriku, aku terhitung sebagai petarung dalam
pertarungan bagi mereka yang berani.
Bila aku memandaikan diriku, aku akan terhitung sebagai kontestan
dalam lomba bagi mereka yang pandai
Dan bila aku mendamaikan diriku, aku akan terhitung sebagai pribadi
yang telah jadi.

… dan dalam damai hati ku ini …

perlahan aku menyaksikan bagaimana kehidupan berlaku lebih hormat kepadaku.

Sekarang aku mengerti.

Untuk apa umurku.

Untuk hidup dalam sekuat-kuatnya kehidupan.
Untuk hidup dalam sebesar-besarnya kehidupan.
Untuk hidup dalam setinggi-tingginya kehidupan.
Dan …
Untuk mengutuhkan kehidupan menjadi kehidupan yang damai.

Sekarang …

lebih lengkap pengertianku tentang kekayaan.

Aku kaya bila aku kuat, sehingga kekuatanku berlebih dan menjadi
tenaga bagi mereka yang sedang lemah.

Aku kaya bila aku besar, sehingga kewenanganku memajukan kebaikan dan mencegah terjadinya keburukan kepada saudaraku.

Aku kaya bila aku tinggi, sehingga nilai-nilai yang diajarkan
kehidupan kepadaku dapat menyejukkan bagi saudaraku yang sedang gerah,
mendamaikan bagi saudaraku yang gelisah,
membukakan jalan bagi saudaraku yang merasa buntu,
dan menerangi bagi saudaraku yang perjalanannya sedang kelam dan pekat.

Dan aku menjadi sekaya-kayanya diriku – saat aku menjadi damai dalam
upayaku menjadi penguat, menjadi pelindung, dan menjadi pengangkat
bagi semua petarung dalam kehidupan ini – baik yang bertarung atau
yang tidak, dan terutama bagi aku sendiri.

Karena …

Aku adalah petarung pertama yang kemenangannya penting bagi semua petarung yang kemenangannya penting bagiku.

Engkau semua adalah saudaraku.

Maka kemenanganmu adalah kemenanganku.

Sekarang aku tahu untuk apa umurku.

Umurku adalah untuk memenangkanmu.

 

 

 

—-Mario Teguh—-

untuk yang berulang tahun hari ini…

semoga diberi yang terbaik.

Posted by: menjadi diriku... | 24 Juni 2008

petunjuk itu buat dibaca!

Hari ini ujian Agama Islam. Dengan persiapan yang bisa dibilang sama sx blum matang aku nekat berangkat juga, daripada g dapat nilai?hayooo…

Soal dibagikan, gile aje! Ada 8 soal, 1 soalnya bisa 2-3 pertanyaan tapi waktunya cm 60 menit!

Waaa…ngebut tenan iki.

Saat anak2 sibuk ngerjakan, tiba2 ja pengawas bilang “Waktunya tinggal 15menit!”. Padahal saat itu aku baru ngerjakan no 1,4 dan 5! (niat ngerjakan g se?)

“Yang sudah selesai bisa dikumpulkan.” Kata pengawas.

Lho…lho…lho…anak2 kok byk yang berdiri? Emangny udah selesae??Wah bener! Mereka udah selesae!

Akhirnya dari sekian banyak soal aku hanya mengarang indah… semua yang kupelajari td malam menguap entah kemana?

“Waktunya habis!”

Waaaa…..

Pasrah deh… no 6 lom tak isi. No 8 yang B lom tak isi juga…

…………..

Saat di gazebo anak2 pada kasak-kusuk…

Ternyata dari 8 soal itu cuma disuruh ngerjakan 4 soal doank! Baca petunjuk donk…

Tak buka lembaran soal,

PETUNJUK: Jawablah 4 (empat) soal dari 8 (delapan) soal di bawah ini dengan ketentuan soal no 1 sebagai pilihan wajib.”

Tiwase lek ku nggarap nggethu tapi ra kasil.

Tau githu mending konsen ke 4 soal aja… salahku juga se, g teliti. Tinggal berdoa aja ne.

 

Bsok ujian mat lanjut + automata dan bahasa formal.

SEMANGAT!!

Posted by: menjadi diriku... | 24 Juni 2008

electronic learning

Seiring dengan perkembangan Teknologi Informasi (TI) yang semakin pesat, kebutuhan akan suatu konsep dan mekanisme belajar mengajar (pendidikan) berbasis TI menjadi tidak terelakkan lagi. Konsep yang kemudian terkenal dengan sebutan e-Learning ini membawa pengaruh terjadinya proses transformasi pendidikan konvensional ke dalam bentuk digital, baik secara isi (contents) dan sistemnya.

E-learning adalah pembelajaran jarak jauh yang menggunakan teknologi komputer, atau biasanya Internet yang memungkinkan pembelajar untuk belajar melalui komputer di tempat mereka masing-masing tanpa harus secara fisik pergi mengikuti pelajaran di kelas. E-learning, seperti juga namanya “Electronic Learning” disampaikan dengan menggunakan media elektronik yang terhubung dengan Internet (world wide web yang menghubungkan semua unit komputer di seluruh dunia yang terkoneksi dengan Internet) dan Intranet (jaringan yang bisa menghubungkan semua unit komputer dalam sebuah perusahaan).

Dalam arti luas, e-learning bisa mencakup pembelajaran yang dilakukan di media elektronik (internet) baik secara formal maupun informal. E-learning secara formal, misalnya adalah pembelajaran dengan kurikulum, silabus, mata pelajaran dan tes yang telah diatur dan disusun berdasarkan jadwal yang telah disepakati pihak-pihak terkait (pengelola e-learning dan pembelajar sendiri). E-learning bisa juga dilakukan secara informal dengan interaksi yang lebih sederhana, misalnya melalui sarana mailing list, e-newsletter atau website pribadi, organisasi dan perusahaan yang ingin mensosialisasikan jasa, program, pengetahuan atau keterampilan tertentu pada masyarakat luas (biasanya tanpa memungut biaya).

Kenapa menggunakan e-learning?

  • Menghemat waktu proses belajar mengajar

  • Mengurangi biaya perjalanan

  • Menghemat biaya pendidikan secara keseluruhan (infrastruktur, peralatan, buku-buku)

  • Menjangkau wilayah geografis yang lebih luas

  • Melatih pembelajar lebih mandiri dalam mendapatkan ilmu pengetahuan

E-learning hanyalah sebuah “alat” yang dapat digunakan untuk mencapai suatu tujuan. “Alat” ini jika digunakan bersama “alat-alat” akan mempercepat dan mempermudah pencapaian tujuan. Dengan demikian, e-learning tidak harus digunakan secara murni, tetapi bisa diharmonisasikan dengan penggunaan media lain untuk saling menunjang meraih tujuan si pembelajar. Jadi, jika memang ada kesempatan untuk menggunakan media lain untuk belajar (pembelajaran konvensional di kelas, pembelajaran melalui mailing list, video, radio, fax, atau korespondensi), mengapa tidak saling dikoordinasikan?

E-learning memberikan cara alternatif untuk belajar. Pemanfaatan e-learning secara optimal pun tergantung dari beberapa kondisi yang perlu dipenuhi. Namun, apa pun cara belajar yang dipilih, semua berpulang kepada si pembelajar. Tanpa komitmen dan kendali diri, tak ada satu cara belajar pun yang akan berhasil.

Pembelajaran dengan menggunakan media e-learning ini telah banyak berkembang di perguruan tinggi terutama di luar negeri, sedangkan di Indonesia pembelajaran dengan cara ini sudah mulai banyak dipakai…

Posted by: menjadi diriku... | 15 Juni 2008

lulus?

kmrin pengumuman kelulusan SMA.hmmm…jdi pgn tau smada ada yg g lulus g y?thun kmrin yg g lulus 1 anak.
setelah tanya ad’ klas ternyata ada 3 yang g lulus…

2 anak krn gak mau nyontek.

1 anak krn g ikut praktek+uas, skul memberi kbijakan u/ tidak memberi kelulusan…

buat yg lulus ato g, ttp smangat!!!

Posted by: menjadi diriku... | 14 Juni 2008

printerku masuk angin lagi…

dari pertama x bli smp skrg tak hitung2 printerku dah 6x error! padahal blum ada 1thun lho… apa emg dasarny ak yg g bs make y? hmmm…g juga kok!

senin malem kmrin wktu dpake ngeprint mb’nana tb2 ja tinta hitamny g kluar.waaa…ngambek lg tu printer!terpaksa aku yg udah dibuai hangatny selimut bangun lg bwt ngotak ngatik pixma ip 1880 itu.Belum ngotak ngatik se…yg pertama kulakukan cm cleaning dan deep cleaning.

1x..2x..

hasilny kok ttp sama y?biasany kan bisa…

3x..4x..

wadaw!malah g kluar sama sx!

check tinta,msih byk kok! aduh…apa yg salah y?kmrin kan bru ganti catridge baru.

hmmm…ak curiga,jangan2 masuk angin lg ne!(printer jg bs masuk angin lho…)

waktu tak buka tutup printernya…Aha!100 buatku!di selang infusny ada rongga udara yg lumayan panjang.setengah dari panjang selang bo’!wah wah wah parah!printer aku tu2p lagi,setelah itu…

cleaning,

deep cleaning,

cleaning,

deep cleaning,

tintany ttp g bs jalan…!

duh yak pa carane biar tu tinta bs jalan?masa’ harus di titah kyk anak kecil?

setelah berdiam diri u/ berfikir,hehe…padahal melamun gitu…

aku angkat tabung infusny,ee…tintanya jalan!rongga udara sedikit demi sedikit hilang.akhirnya aku angkat terus ja tu tabung infus.

(padahal kata mb’ yg di Maju Hardware klo masuk angin tabungny jgn diangkat.tapi apa mau dikata…af1 mb’ g nuruti sarannya!)

wah di tabung infusnya ada suara kyk detak jantung!(ndeso bgt ak!)mungkin udara yg ada di selang naik ke tabung x y?setelah dirasa cukup tabung infus aku kembalikan ke tempatny,cleaning sx lgi ah…

Alhamdulillah bisa!

hore…hore,,,hore!!!

Posted by: menjadi diriku... | 6 Juni 2008

Hanya Allah Yang Maha Mengerti

dalam hidup, terkadang lebih banyak mendapatkan apa yang tidak kita inginkan.

dan ketika mendapatkan apa yang kita inginkan, akhirnya tahu bahwa yang diinginkan terkadang tidak dapat membuat hidup menjadi lebih bahagia…

Posted by: menjadi diriku... | 5 Juni 2008

sblum masak pikir masak-masak dunk!

04062008
besok ak piket masak!wadauw,mna partner masakku pulang kampuang nan jauh di matto…gimana ne?!ak kan blum bisa masak…
huff…di saat bingung gitu untung ina menyelamatkanku.
“tenang cink,aku akan menyelamatkanmu!
cahaya penghancur…!
beep..beep..beep..beep..beep..beep..beep..beep..beep..beep..beep..beep..beep..beep..beep..beep..beep..beep..beep..beep!”
emange pahlawan bertopeng?
tapi ada kendala ne…bingung, mo masak apa y??
ada usulan?
tempe goreng lg?oh….no!!!bosen tau tiap hari tempe goreng mulu!lama2 jdi kyk tempe ne…
setelah mengadakan konferensi karpet biru (berhubung konferensiny di atas karpet biru) kami memutuskan u/ masak kering tempe (masih tempe juga y!), telur dadar, oseng kangkung ma sayur tahu!
hmmm…rasanya??

05062008
selesai subuh setelah ngecek bumbu2 apa ja yang hbis ak+ina langsung pergi belanja ke penjual kaget.
liat sana liat sini…
bencana!kangkungny hbis!tidaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkk…!
ngadain konferensi lagi dah!
setelah dipikir, ditimbang, dimasak akhirny dimakan eh diputuskan beli kangkung dipenjual kaget yang laen.
sampe dikost…
minyak gorengny hbis!waaaaaaaaaaa…..bencana lagi!
begini ne begitu tu tu…klo masak g da persiapan sma sekali.

20 menit kemudian…
semua bahan udah tersedia.saatny masak…!
yang pertama dilakukan adalah…
glodak,
glodak,
bruak,
prang…!
Alhamdulillah…akhirny selesai juga!tinggal nyicipi ne…
cip…cip…cip…hmmm…CIIIIIIIIIIIIIPPPPPPPPPPPP!!^-^
berhasil…berhasil…berhasil…!!!

oya makasih buat jeng vina alias suvin yang udah mau ngerelain waktuny buat ngracik bumbu2.
klo blik kmalang jgn lupa bw oleh2 yao…

Posted by: menjadi diriku... | 5 Juni 2008

tulisan pertamaku…

thanx 4 ditto(lewat YM nya) + iam yang dah bantuin bkin blog ini…

Posted by: menjadi diriku... | 28 Mei 2008

Halo dunia!

Welcome to Blogdetik.com. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

Categories